
Eid mubarak 1443 with tmars


Bisnis apa ya yang bagus ? Peluang usaha apa yang kira-kira menguntungkan ya? Pertanyaan- pertanyaan yang selalu menjadi hal pertama yang muncul di benak semua orang saat hendak terjun ke dunia bisnis.
Tidak mudah, tetapi sebenarnya tidak sulit untuk menemukan sebuah peluang usaha untuk ditekuni dan digeluti. Yang menjadi masalah adalah mayoritas orang berusaha mencarinya ke luar dari dirinya. Mereka akan bertanya kesana kemari, biasanya orang yang sudah menjadi wirausaha untuk menemukan ide tentang bisnis apa yang pantas digelutinya.Memang dimaklum, hanya sebenarnya bukan hal itu yang pertama harus dilakukan untuk menemukan sebuah peluang usaha yang cocok dan bagus bagi diri kita. Orang lain hanya bisa memberikan informasi, pengetahuan dan pengalaman saja, tetapi cocok dan bagus tidaknya sebuah peluang tidak tergantung kepada mereka.
Justru, hal itu akan tergantung pada diri sendiri.
Ya, diri sendiri. Bukan orang lain.
Seperti juga dalam banyak hal, prinsip “The man behind the gun” atau “Orang di belakang senjata” sebagai penentu berlaku. Dalam hal ini, beberapa faktor yang ada dalam diri kita lah seharusnya yang menjadi acuan untuk menemukan peluang bisnis yang cocok bagi diri kita.
Paling tidak ada 3 hal yang harus ditanyakan kepada diri sendiri dalam hal ini, yaitu
Passion (Gairah)
Uang memang motivasi utama dalam sebuah bisnis karena bisnis itu adalah tentang cara menghasilkan uang.
Tetapi, kalau Anda menjalankan sebuah usaha di bidang yang Anda sukai maka hal itu akan memberikan dorongan lebih kuat lagi. Ditambah dengan kesenangan yang didapat bergelut dalam sesuatu yang memang kita sukai.
Steve Wozniak, pendiri Apple bersama Steve Jobs, memiliki hobi merakit komputer pada masa mudanya. Ia kemudian memutuskan bekerja sama dengan Steve Jobs untuk menjual hasil karyanya. Keduanya menjual beberapa benda untuk memodali apa yang mereka ingin lakukan dan memulainya dari garasi rumah.
Gairah dan semangat yang dimiliki keduanya lah yang kemudian menjadikan Apple menjadi raksasa di industri komputer hingga saat ini.
Pertanyakan kepada diri sendiri, apa yang bisa membuat Anda bersemangat dan bergairah dalam mengerjakan sesuatu. Apakah membuat program komputer? Apakah otomotif? Ataukah memasak?Tanyakan dan temukan apa yang paling membuat Anda bersemangat dan bergembira saat mengerjakannya. Lalu, pikirkan peluang usaha apa yang ada di sektor yang Ada sukai.
Buatlah list sebanyak mungkin tentang peluang-peluang bisnis yang berpotensi, menurut Anda. Semakin panjang semakin bagus karena dengan begitu maka akan terlihat berbagai potensi yang kemungkinan bisa digali dan dikembangkan agar bisa memproduksi uang bagi kita.
Tidak masalah kalau ternyata daftarnya menjadi sangat panjang. Hal itu nanti akan dipersempit dengan 2 faktor lagi dari diri kita sebagai filternya.
Karena itulah, Passion atau Gairah diletakkan sebagai faktor pertama yang harus ditanyakan untuk menemukan peluang usaha yang bagus dan cocok bagi diri kita.
Pengetahuan
Bisnis bukanlah sekedar menanamkan modal dan kemudian ongkang-ongkang kaki menunggu uang datang. Tidak akan pernah ada hasil jika hal itu dilakukan. Uang baru bisa datang ketika bisnis dikelola dengan baik agar bisa menjadi mesin penghasil uang.
Dan, untuk melakukan hal itu tentunya perlu pengetahuan tentang bidang dimana bisnis itu berada.
Analoginya, seorang operator mesin jahit tidak akan bisa menjahit jika ia tidak tahu bagaimana memasang jarum dan memasukkan benang ke dalamnya.
Ia perlu pengetahuan tentang mesin jahit dan cara mengoperasikannya.
Oleh karenanya, memiliki pengetahuan tentang bisnis yang akan ditekuni akan memberikan nilai lebih kepada siapapun. Seorang yang sangat paham tentang mesin mobil, tentunya tidak akan terlalu bermasalah jika mendirikan usaha perbengkelan.
Bukankah itu yang Steve Wozniak dan Steve Jobs punya ketika mendirikan Apple?Coba lihat ke dalam diri kita, pengetahuan apa yang kita miliki. Apakah kita tahu tentang permobilan? Tahukah kita tentang usaha konstruksi? atau apapun itu?
Lalu, lihat kembali daftar peluang usaha yang sudah dibuat pada langkah pertama.
Cocokkan dengan pengetahuan apa yang kita miliki dan coret peluang usaha yang kita tidak kita kuasai, meskipun kita menyukainya. Rasa suka tidak ada guna dalam hal ini kalau tidak ditunjang dengan pengetahuan yang cukup. Hal itu bisa berujung buruk biasanya.
Kecuali, jika Anda begitu bergairah dan bersemangat tentang satu hal, sehingga tidak mau mencoretnya dari daftar, maka yang harus dilakukan adalah menambah pengetahuan dulu di bidang itu. Pelajari dari sumber manapun dan luangkan waktu untuk terus menambah apa yang kita ketahui tentang bidang tersebut.Modal
Tidak ada bisnis yang bisa dilakukan tanpa modal. Bohong besar kalau hal itu bisa dilakukan.
Semuanya butuh modal untuk menggerakkan sebuah usaha bisnis.
Modal memang dalam definisi resminya adalah”uang” yang ditanamkan dalam sebuah usaha bisnis. Dan, mayoritas orang berpikir bahwa modal dalam hal ini hanyalah sebatas itu saja.
Kebanyakan tidak berpikir bahwa modal itu sendiri ada yang dalam bentuk materi (uang) atau non materi.
Saat memilih sebuah peluang usaha yang akan ditekuni, modal harus menjadi salah satu hal yang dipikirkan. Modal berbentuk uang adalah salah satunya, tetapi bukan semuanya.
Kita juga harus memikirkan beberapa modal lain, yang bisa menunjang dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalani, seperti
Jaringan (Network) :
Ada satu alasan mengapa di dunia bisnis orang selalu membawa kartu nama karena benda itu sangat menunjang untuk membangun pertemanan dan jaringan. Dengan begitu, orang lain diharapkan akan ingat kepada kita dan kita pun akan ingat kepada dirinya.
Terlihat tidak berharga, tetapi semakin banyak orang yang kita kenal, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan “sesuatu” di kemudian hari. Tentunya, jika hal itu bisa dijaga dengan baik.
Jika kita memiliki network dalam bidang tekstil, tentunya hal itu akan sangat membantu ketika kita mau membuka sebuah toko bahan pakaian. Kita akan lebih mudah mendapatkan barang kalau kita punya kenalan. Tidak jarang juga, kita bisa mendapatkan harga murah kalau relasi yang kita bangun sangat baik.
Ini adalah sebuah modal besar yang kerap tidak dihargai atau diperhitungkan, tetapi bisa sangat berperan dalam menentukan peluang usaha yang cocok bagi kita.
Kalau kenalan kita kebanyakan berasal dari industri otomotif, kita bergairah di dalamnya, dan memiliki pengetahuan tentang itu, lalu mengapa tidak membangun usaha di bidang otomotif?
Klop sudah.
Lokasi :
Lah?
Dimana Anda tinggal? Mudahkah diakses dari jalan raya?
Sepertinya sepele dan tidak berarti apa-apa, tetapi dalam dunia bisnis, lokasi sering menjadi penentu apakah uang akan datang atau pergi. Kesalahan dalam menentukan lokasi, dan jika tidak ditangani dengan baik, sebesar apapun modal yang ditanamkan bisa terbang begitu saja secara sia-sia.Sebaliknya, kalau lokasinya pas, seorang penjual pecel bisa kebanjiran pembeli dan kecapekan sendiri karena terlalu banyak pesanan.
Ketika Anda sedang berusaha menemukan peluang usaha yang cocok untuk diri sendiri, lihat lokasi sekitar. Adakah yang bisa bermanfaat bagi kepentingan bisnis yang akan Anda jalani? Siapa tahu rumah Anda bisa menjadi sesuatu yang sangat menunjang bisnis.
Dan tentunya, UANG :
Tanpa modal, tidak akan ada bisnis yang jalan. Bahkan, seorang makelar yang katanya tidak memakai modal saja, juga sebenarnya membutuhkan modal dalam bentuk materi.
Coba saja bayangkan kalau ia tidak bisa membeli pulsa atau bensin untuk pergi kesana sini. Bisakah bisnisnya sebagai penghubung bisa berjalan dengan baik? Pastinya tidak sama sekali.
Segala sesuatu memerlukan modal. Apalagi kalau modal non materi diperhitungkan.
Dalam hal modal sebagai faktor menemukan peluang usaha yang cocok, cobalah tanyakan berapa modal yang saya punya. Setiap orang tentunya menginginkan sebuah bisnis yang besar, tetapi kalau keuangan kita tidak memungkinkan, mengapa harus memaksakan diri.
Lihat lagi daftar peluang usaha yang sudah dibuat dan penuh coretan tadi. Mana peluang usaha yang paling memungkinkan untuk ditekuni sebagai tahap awal.
Tidak salah kalau berpikiran modal bisa didapat dengan meminjam dari bank. Tidak salah sama sekali karena banyak bank mengalokasikan dana yang mereka simpan untuk itu. Jadi, hal itu sangat dimungkinkan.
Tetapi, pinjaman bank itu mengandung resiko dan akan menanmbah tekanan. Padahal, Anda sendiri baru akan memulai. Beban akan bertambah berat baik secara keuangan ataupun psikologis.
Yang terbaik adalah memakai apa yang dipunya sebagai modal. Kalau memang perlu menjual aset untuk itu, lakukan, karena hal itu lebih baik dibandingkan dengan meminjam.
Semakin sedikit kan peluang usaha yang terdaftar karena pasti sudah banyak yang dicoret.
Yang terakhir yang harus dipertimbangkan adalah :
Keluarga
Kecuali Anda seorang yang tanpa pasangan dan anak, tidak punya bapak ibu, kakak, atau adik, maka keluarga adalah hal yang harus dipertimbangkan saat mencari peluang usaha yang cocok dan bagus.
Kenapa?
Jika Anda seorang suami atau istri, tanyakan untuk apa Anda ingin berbisnis. Mencari uang pasti merupakan jawabannya.
Lalu, tanyakan lagi, untuk apa uang itu, apalagi kalau sudah ada banyak?
Keluarga pastinya.
Memang, sadar atau tidak, berbisnis itu kerap dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga. Semua orang ingin anak istrinya hidup nyaman dan berkecukupan.
Jadi, jangan pernah lupa mempertimbangkan keluarga saat menjatuhkan pilihan bisnis apa yang akan ditekuni.
Alasannya :
Kalau bisnis itu tidak menghasilkan sesuatu yang mencukupi kebutuhan keluarga, lalu untuk apa berbisnis?
Kalau bisnis itu membuat kehidupan keluarga goncang dan terganggu, apalagi tanpa hasil dalam bentuk uang, mengapa harus dilanjutkan?
Kalau peluang usaha yang ada membahayakan keluarga dalam berbagai aspek, pertanyakan mana yang lebih penting antara keluarga dan uang? Bisakah ditemukan kompromi dan jalan tengah agar keduanya bisa didapatkan?
Pertimbangkan efek dari bisnis yang akan ditekuni, apakah memberi manfaat kepada keluarga, dan apakah tidak akan ada dampak buruk bagi kehidupan yang sudah ada.
Keluarga tidak bisa diabaikan karena, dari mereka lah salah satu sumber utama modal non materi berasal, seperti semangat, kemauan kerja keras, dan dorongan untuk menjadi lebih baik.
Jangan pernah abaikan mereka. Jadi, mintalah pendapat mereka tentang apa yang mau Anda jalani.
Percayalah, setelah itu Anda akan menemukan bahwa daftar peluang usaha yang tadi dibuat sudah sangat pendek sekali. Mungkin, hanya akan tersisa beberapa butir saja..
Dan, itulah peluang usaha yang bagus dan cocok untuk Anda tekuni karena mayoritas unsur utama untuk sukses dalam sebuah bisnis sudah tercakup di dalamnya.
Jangan khawatir kalau kelihatannya tidak menjanjikan, karena tidak ada bisnis yang menjanjikan atau tidak menjanjikan. Semua peluang bisnis itu sama.
Yang membuatnya bisa menjanjikan ada pada diri Anda yang lain, yang namanya komitmen, kerja keras, kerja cerdas, dan konsisten. Bukan pada peluangnya sendiri.

Berdasarkan data dari tim ahli penelitian Institut Pertanian Bogor bahwa investasi yang layak dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sektor pertanian. Hal ini dikatakan langsung oleh ketua tim ahli penelitian IPB Nunung Nuryartono saat paparan dalam acara Penandatanganan Kerja Sama antara DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Institut Pertanian Bogor di Ruang Rapat Tanjung Pesona Kantor Gubernur.
Nunung mengatakan dari data yang dimiliki sektor pertanian di Bangka Belitung pada tahun 2016 memiliki kontribusi kedua setelah industri pengolahan. Artinya, sektor pertanian ini sangat menjanjikan apalagi jika dilihat pertumbuhannya selama kurang lebih enam tahun terakhir yang terus mengalami pertumbuhan positif selain sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Ini menjadi suatu keyakinan bahwa sektor pertanian masih memberikan kontribusi yang tinggi apalagi jika dilihat ternyata tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian sekitar 32 persen dari jumlah penduduk yang ada di Provinsi Bangka Belitung.
“Jadi sektor pertanian ini menjadi tumpuan bagi sebagian besar tenaga kerja yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Oleh sebab itu, harapannya mudah-mudahan apa yang akan kita kerjakan saat ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Provinsi Bangka Belitung,” tukas Nunung.
Lebih jauh Nunung mengatakan sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Bangka Belitung akan terus dikembangkan hingga tahun-tahun yang akan datang sehingga menjadi penggerak ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan nilai tambah serta yang paling penting dapat meningkatkan pembangunan ekonomi lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Nunung berharap kerjasama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerjasama di sektor pertanian saja tetapi dapat langsung ditindaklanjuti dan juga diharapkan dapat bekerjasama pada kegiatan-kegiatan lain termasuk kerjasama dalam mengembangkan sumber daya manusia Provinsi Bangka Belitung melalui program studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB tingkat S1, S2 maupun S3. Sebab, menurut Nunung pengembangan SDM menjadi sangat penting untuk dapat mengembangkan potensi daerah di Bangka Belitung.
“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini saja tetapi juga diharapkan dapat bekerjasama pada kegiatan lain termasuk dalam pengembangan SDM di Provinsi Bangka Belitung. Sebab ini menjadi yang sangat penting untuk dapat mengembangkan potensi daerah di Bangka Belitung,” ujarnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengumumkan hasil verifikasi luas lahan baku sawah. Berdasarkan hasil perhitungan ulang pada 2019 lalu, saat ini pemerintah mencatat terdapat 7.463.948 hektar lahan baku sawah.Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan terdapat penambahan lahan tanah seluas 358 ribu hektar dari hasil penghitungan data tahun 2018 yang hanya 7,105 juta hektar. Penambahan lahan tersebut merupakan hasil verifikasi dari lahan yang belum terdata sebelumnya.
“Oleh sebab itu komplen itu kita lakukan verifikasi ulang,” kata Sofyan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).
Banyak penyebab tak terdatanya lahan sawah baku pada pendataan sebelumnya. Dia mencontohkan pada tahun 2015 pendataan dilakukan saat musim hujan. Sehingga lahan tak terdata karena tergenang air.Padahal lahan tersebut merupakan lahan musim kering. “Kalau musim kering baru ditanami,” ujar Sofyan.Lebih lanjut Sofyan menjelaskan pihaknya telah menyepakati definisi lahan baku sawah secara teknis yaitu lahan sawah exiting dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain seperti tebu, tembakau dan sebagainya. Sehingga, lahan baku sawah tak harus hanya lahan yang ditanami padi saja.
HEADLINE HARI INI
RAIBNYA TABUNGAN RP 20 M WINDA EARL, PRESEDEN BURUK PERLINDUNGAN NASABAH?
HomeBisnisEkonomi
Luas Lahan Sawah Indonesia Bertambah Jadi 7,4 Juta Ha. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengumumkan hasil verifikasi luas lahan baku sawah. Berdasarkan hasil perhitungan ulang pada 2019 lalu, saat ini pemerintah mencatat terdapat 7.463.948 hektar lahan baku sawah.
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan terdapat penambahan lahan tanah seluas 358 ribu hektar dari hasil penghitungan data tahun 2018 yang hanya 7,105 juta hektar. Penambahan lahan tersebut merupakan hasil verifikasi dari lahan yang belum terdata sebelumnya.
“Oleh sebab itu komplen itu kita lakukan verifikasi ulang,” kata Sofyan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).
Banyak penyebab tak terdatanya lahan sawah baku pada pendataan sebelumnya. Dia mencontohkan pada tahun 2015 pendataan dilakukan saat musim hujan. Sehingga lahan tak terdata karena tergenang air.
Padahal lahan tersebut merupakan lahan musim kering. “Kalau musim kering baru ditanami,” ujar Sofyan.
Lebih lanjut Sofyan menjelaskan pihaknya telah menyepakati definisi lahan baku sawah secara teknis yaitu lahan sawah exiting dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain seperti tebu, tembakau dan sebagainya. Sehingga, lahan baku sawah tak harus hanya lahan yang ditanami padi saja.
2 dari 3 halaman
Sebaran Lahan Baku Sawah
Subak di Bali Perbesar
Teras sawah Jatiluwih di Bali. (Creative Commons)
Penambahan lahan seluas 358 ribu hektar tersebut tersebar di Lampung, Sulawesi Selatan, DIY dan Bangka Belitung. Lahan di empat wilayah tersebut sempat tak terdata karena banyak sawah yang belum terhilirisasi sebelumnya.
“Dan jumlahnya lebih besar dari yang dialiri air” kata Sofyan Menambahkan.
Sementara itu beberapa wilayah juga mengalami penurunan jumlah lahan baku sawah pada 2019 jika dibandingkan dengan tahun 2018. Mereka adalah Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau.
Penurunan tersebut terjadi karena banyak pengalihan fungsi lahan untuk kawasan industri, pengolahan lahan dan infrastruktur.

Permintaan dunia terhadap produk olahan kelapa semakin meningkat. Total nilai ekspor tahun 2019 saja mencapai 11,6 miliar dolar Amerika Serikat.Nilai terbesar dalam bentuk olahan daging kelapa sebanyak 3,91 miliar dolar AS, air kelapa 3,41 miliar dolar AS, tempurung 2,21 miliar dolar AS, dan sabut 0,2 miliar dolar AS.Alit Pirmansah dari International Coconut Comunity menyatakan hal itu dalam webinar Forum Diskusi Kelapa Merebut Pasar Kelapa Dunia.Ketika itu, secara virtual dilangsungkan pelepasan ekspor coco fiber dan coco peat ke Jepang oleh PT. Mahligai Indococo Fiber dan briket arang kelapa ke Rusia oleh PT. Tom Cococha Indonesia.Volume ekspor yang paling besar tahun 2019 adalah minyak kelapa 610.812 ton, kemudian kelapa segar 558.153 ton, arang tempurung kelapa 349.607 ton, kopra meal 237.639 ton, kopra 153.655 ton, desicated coconut 98.742 ton, produk sabut 37.928 ton, gula kelapa 36.465 ton, air kelapa 31.547 ton, santan 30.753 ton, karbon aktif 28.708 ton.Secara umum, perdagangan kelapa dunia tahun 2020 akan turun tetapi tidak besar dan tidak untuk seluruh produk. Ketika negara lain kesulitan memenuhi permintaan, ini jadi kesempatan untuk Indonesia menggantikan. Dalam jangka panjang prospeknya positif meskipun banyak tantantan yang harus diatasi.Direktur Utama PT. Tom Cococha Indonesia Asep Jembar Mulyana menuturkan tempurung kelapa hanya 16 persen dari total volume kelapa sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tergantung dari pengusaha minyak dan sabut kelapa.
Sekitar 90 persen produsen arang briket tempurung kelapa di Indonesia memproduksi arang sisha. Indonesia merupakan produsen arang sisha terbesar dan terbaik di dunia.
“Tidak ada negara lain yang sanggup membuat arang sisha sebaik Indonesia. Merupakan anugrah Tuhan kualitas tempurung kelapa Indonesia merupakan yang terbaik,” kata Asep.Arang briket kelapa satu-satunya pasar dimana demand lebih tinggi dari suply. Banyak permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh Asep karena keterbatasan bahan baku.
